Cari Sumber Air, Komisi 3 Konsultasi Pemanfaatan Sungai Larona

0
17

Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian menyambangi Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Makassar, Sulawesi Selatan Rabu (13/11/2019).

Alpian konsultasi mengenai petunjuk teknis pemanfaatan sungai larona untuk dijadikan sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malili.

Konsultasi dilakukan Menindaklanjuti rapat dengar pendapat (RDP) Komisi 3 DPRD Luwu Timur bersama PDAM Malili pada Jumat lalu

Pada RDP tersebut terungkap volume air baku untuk kebutuhan warga semakin berkurang sehingga dibutuhkan sungai larona

Legislator Hanura diterima Kabid pelaksana jaringan sumber air, Marfah dan kasih bendungan muhammad, Firdaus.

Hasil konsultasi itu Alpian mengatakan sungai larona dapat dimanfaatkan sepanjang tidak merubah Tata air atau merusak desain milik PT Vale Indonesia

“Maksudnya pengelolaan sungai dapat dilakukan di luar powerhouse milik PT Vale Indonesia” kata anggota Komisi 3 DPRD lutim ini

Di sisi lain izin pengelolaan sungai ada di Kementerian Pekerjaan Umum perumahan rakyat pupr melalui Balai Besar Wilayah Sungai pompengan jeneberang Sulsel.

Termasuk untuk mengelola sungai tersebut legalitas harus diperhatikan agar tidak terbentur dengan aturan.

Alpian menambahkan Balai memberikan saran agar membuat desain pengambilan dan pengolahan Ke balai untuk mendapatkan rekomendasi teknis .

Kemudian oleh pihak Balai dan selanjutnya mendapatkan Surat Izin pemanfaatan air (SIPA) dari Kementerian.

“Intinya adalah sungai larona dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat di Luwu Timur, Dengan catatan dapat dilakukan kajian teknis atau perencanaan terlebih dahulu seperti volume air yang akan kita butuhkan” imbuhnya Alpian.

Adapun sumber air baku PDAM yaitu sungai lawape, uwelanti dan malotong.

Sungai lawape untuk menyuplai kebutuhan warga Kecamatan malili

Sungai uwelanti untuk mangkutana, tomoni tomoni Timur dan wotu.

sementara untuk sungai malotong untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan di kecamatan burau. (tom)