Paripurna dalam rangka penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) beserta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) tahun 2019 dan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) beserta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2020 digelar di DPRD Luwu Timur. Senin (12/08/2019).

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler hadir dan menyerahkan langsung ke DPRD Luwu Timur melalui Ketua DPRD, H. Amran Syam dalam paripurna.

Dalam rancangan KUA PPAS APBD TA. 2020 ini, Pemerintah berupaya menurunkan tingkat kemiskinan, dan menumbuhkan perekonomian secara makro.

Husler mengatakan, diantaranya skenario pertumbuhan ekonomi di proyeksikan sebesar 5-6 persen dengan tingkat inflasi pada kisaran 2,93 persen. Kemudian percepatan penurunan tingkat kemiskinan di proyeksikan mencapai 7 hingga 6,95 persen.

Lanjut kata Husler, dirinya menginginkan penggunaan APBD TA 2020 yang lebih efektif dan efisien seperti yang terkandung dalam pengantarnya.
struktur KUA PPAS TA. 2020 antara lain pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp. 1.491.213.848.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 46.605.985.406 atau turun 3,03 persen.

Kemudian proyeksi penerimaan daerah yang berasal dari pos penerimaan pembiayaan daerah dari SILPA Tahun 2020 sebesar Rp. 15.000.000.000 yang berarti terdapat penurunan target penerimaan SILPA sebesar 84,12 persen. Selanjutnya belanja daerah di proyeksikan Rp. 1.491.213.848.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp. 124.060.934.261 atau turun sebesar 7,68 persen.

Terkait KUPA PPAS Perubahan APBD TA. 2019, Husler mengatakan, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp. 1.558.578.198.028,75 dimana terjadi kenaikan sebesar Rp. 20.758.364.622,75 atau naik 1,35 persen.

Kemudian proyeksi penerimaan daerah dari SILPA sesuai hasil audit BPK sebesar Rp. 47.504.937.949,74 atau mengalami penurunan dari target SILPA APBD Pokok TA. 2019 sebesar Rp. 94.454.948.855,38. Sementara Belanja yang direncanakan dalam perubahan anggaran tahun 2019 sebesar Rp. 1.591.083.135.978,49 atau mengalami penurunan sebesar 1,50 persen setara dengan Rp. 24.191.646.282,89.

(tom)