DPRD Lutim Gelar RDP Lintas Komisi Bersama Pemda Terkait Peredaran Minuman Beralkohol

0
29

Mendengar kabar meninggalnya 2 warga lutim akibat pesta minuman beralkohol atau minuman keras (miras) di Kecamatan Malili membuat DPRD Luwu Timur terpukul.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi digelar DPRD Luwu Timur dalam rangka mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah (perda) dimaksud terkait miras yang pernah dibahas dan disahkan beberapa tahun lalu di Kantor DPRD Luwu Timur. Selasa (11/06/2019).

Hadir Wakil Ketua I DPRD, H.M. Siddiq BM, Ketua Komisi I, H.M. Sarkawi A. Hamid, Anggota DPRD, Abdul Munir Razak, I Made Sariana, KH. Abdul Azis Rajmal, H. Imam Muhajir, Pieter K.P, Idrus, Tugiat, Rully Heryawan, Syahruddin, Asisten I Bidang Pemerintahan, Dohri Ashari, Kasatpol-PP, Indra Fauzi, Kadisdagkop dan UKM, Rosmiyati Alwy, BNK Luwu Timur dan Camat-camat se- Luwu Timur.

Ketua Komisi I, H.M. Sarkawi A. Hamid mempertanyakan implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 pengendalian pengawasan dan penertiban terhadap produksi peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Sarkawi juga menyayangkan perdanya belum ditindaklanjuti dengan peraturan bupati. Dalam perda disebut pula tim terpadu sebagai pengusul penertiban juga belum terbentuk.

“Intinya kita harus lebih tingkatkan pengawasan dan penertiban para pedagang minuman beralkohol,” katanya.

Kepala Satpol-PP Indra Fauzi menunjukkan bukti foto pembubaran pesta miras

Dalam RDP, Kasatpol-PP, Indra Fauzi mengatakan dirinya pada tanggal 3 Juni 2019 telah menugaskan tim dan berhasil membubarkan pesta miras yang berlokasi di Desa Baruga Kecamatan Malili.

Sambil menunjukkan bukti foto sewaktu korban masih hidup saat pembubaran pesta miras, Indra menegaskan Satpol-PP masih terus berpatroli hingga selesai lebaran.

Melalui kesempatannya pula, dirinya meminta peran serta masyarakat untuk proaktif dalam memberikan informasi terkait pelaporan ataupun terindikasi adanya peredaran miras di wilayahnya masing-masing.

“Kami telah melakukan tugas, tapi memang kejadian seperti ini apa boleh buat ini masih menjadi tanggungjawab kami,” kata Indra.

Plt Camat Malili, Nur Syaifullah Rahman mengatakan para pecandu alkohol dan pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang terindikasi jauh dari pengaruh agama.

Dirinya mengusulkan kepada para pelaku pecandu miras dan juga masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan agama dalam rangka perbaiki hati. Menurutnya dengan hati yang bersih dan niat yang baik, godaan yang menyimpang dari agama akan dihindari.

“Berikhtiar mari kembali mendekatkan diri pada agama,” kata Syaifullah.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD H.M. Siddiq BM, rekomendasi DPRD yakni meminta pemerintah daerah agar segera membentuk Peraturan Bupati sebagai tindak lanjut perda, membentuk tim terpadu, dan sekaligus memperbaiki hati dengan pendekatan agama di Luwu Timur.

“Pengawasan perlu ditingkatkan, dan terlebih lagi kita perlu memperbaiki hati dan niat para pelaku agar tidak mengulangi,” kata Siddiq.

(tom)