DPRD Lutim Sampaikan Pemandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ TA 2017.

0
247

DPRD menggelar Paripurna dalam rangka Pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Luwu Timur terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2017 di ruang Sidang Paripurna Kantor DPRD Luwu Timur. Senin (9/4/2018).

Berikut pemandangan umum dari enam fraksi DPRD Luwu Timur.

Fraksi nasdem memandang bahwa beberapa bangunan pasar tradisional yang dibangun tidak berfungsi optimal, Iwan Usman yang membacakan pemandangan umum fraksi Nasdem memberi contoh pasar niaga malili, pasar burau, dan pasar tapuondau.

Fraksi Golkar dalam pemandangan umumnya meminta hasil evaluasi capaian kinerja pemerintah daerah berupa besaran target yang tercapai pada tahun 2017. Mewakili fraksi Golkar, Najamuddin mengatakan pansus LKPJ akan membahas evaluasi kinerja yang tergambar dalam capaian indikator kinerja SKPD.

“Gambaran yang mana SKPD dengan prestasi tertinggi akan terlihat,” Sarannya.

Syahruddin juru bicara Fraksi Demokrat mencatat program seragam gratis tahun 2017 memakan waktu yang lama. Dirinya menyarankan agar mempertimbangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah Luwu Timur dengan tetap memperhatikan kualitas.

Imam Muhajir juru bicara fraksi PAN melihat pemeliharaan jalan Pekaloa menuju Mahalona tidak tuntas hingga jembatan tole padahal APBD diberikan dirasa cukup. Begitu pula bahu jalan Pekaloa – Mahalona yang tidak padat. “Penimbunan bahu jalan dimaksud tidak dipadatkan, sehingga tergerus air” Ungkap Imam.

Dengan kekayaan Sumber Daya Alam, Luwu Timur memiliki peluang besar dalam bidang investasi. Dalam Pemandangan Umum Fraksi PDI-Perjuangan yang dibacakan oleh Efraem, Fraksinya mendorong pemerintah daerah untuk memiliki strategi terukur dan juga percepatan dalam rangka menggenjot Pendapatan Asli Daerah.

Persoalan pupuk masih diresahkan petani. Hal ini diungkapkan Suwandi saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Gerindra. Katanya jatah pupuk bersubsidi berkurang dari permintaan kelompok tani, hal ini diperparah pula distribusi yang tidak merata.

(Tom)