Beredarnya PCC di kalangan pelajar di Luwu Timur menjadi keprihatinan Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler dan Ketua DPRD Luwu Timur H Amran Syam. setidaknya 25 orang pelajar diamankan Polres Luwu Timur dalam rilisnya, Kamis (1/3/2018).

Ketua DPRD Luwu Timur H Amran Syam mengatakan terungkapnya jaringan narkoba di kalangan pelajar mengundang keprihatinan bersama. Amran meminta kepada semua stakeholder baik dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru-guru serta wali murid agar memusatkan perhatian kepada pentingnya sosialisasi bahaya narkoba.

“ini sudah darurat narkoba, Luwu Timur sudah dihantui narkoba mengancam masa depan generasi muda kita,” ujar Amran.
menurutnya jika memungkinkan SMA dikembalikan ke daerah, agar pemkab lebih fokus membina pelajar yang ada di SMA. Amran juga meminta BNK Luwu Timur turun tangan lebih sering di sekolah-sekolah, SMP maupun SMA menyosialisasikan bahaya narkoba.

lanjutnya, pelajar hendaknya lebih sering di sekolah. mengikuti kegiatan ekstrakulikuler agar menimbulkan aktivitas positif yang menumbuh kembangkan bakat dan prestasi anak. “mereka kurang disibukkan oleh aktivitas sekolah, beri pelajar ekstrakulikuler yang bermanfaat bagi masa depannya,” tandas Amran.

sekaitan itu, Ketua Fraksi Demokrat I Made Sariana menyarankan pemda agar saat ini memberlakukan tes urine terhadap para pelajar. Made merasa bahaya narkoba sudah mengancam masa depan pelajar di Luwu Timur.

dirinya juga menyarankan kepada para guru agar tidak melakukan pembiaran terhadap siswanya yang kedapatan melakukan penyimpangan seperti terlibat narkoba dan tawuran. “saya umpamakan masalah itu seperti api, jika dibiarkan akan membesar dan malah susah dipadamkan,” ujar made.

(Tom)