Tindak lanjuti Aspirasi, RSUD I La Galigo Dihearing DPRD Luwu Timur

0
219

Terungkap, pengunjung pasien RSUD I La Galigo Wotu lebih memilih tak keluar Rumah Sakit untuk makan bila cuaca sedang hujan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur Iwan Usman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II DPRD Luwu Timur. Senin (22/1/2018).

RDP ini sebagai tindak lanjut aspirasi Aliansi Mahasiswa Ampar pada Rabu 10 Januari 2018 yang lalu.

Iwan membeberkan hasil inspeksinya saat rapat, dan mendapatkan informasi perihal keluhan pasien dan pengunjung atau pendamping pasien dalam wilayah RSUD I La Galigo Wotu.

Iwan mengatakan pihaknya mengkroscek langsung untuk mendapatkan fakta yang valid. Salah satu fakta tersebut yakni keterangan beberapa pengunjung yang mengatakan enggan keluar wilayah RSUD I La Galigo Wotu saat cuaca hujan dan memilih untuk berdiam diri di kamar pasien.

“Mereka enggan keluar (wilayah RSUD), karena terlalu jauh berjalan kaki bolak balik, dan memilih untuk tidak makan” ungkap iwan.

Dirut RSUD I La Galigo dr Rosmini mengatakan bahwa pihaknya telah lama menerima keluhan tersebut, oleh karenanya kantin RSUD dibangun dalam wilayah RSUD. Selain lebih dekat, juga meringankan kebutuhan pengunjung RSUD.

Dirinya juga menepis tuduhan pungutan liar (pungli) “tukang bakso” seperti tuntutan aspirasi Ampar beberapa waktu yang lalu. Tukang bakso dimaksud menjual baksonya dalam wilayah RSUD. dr Rosmini juga menjelaskan adanya kerjasama tertulis antara tukang bakso yang dikelola oleh pihak Koperasi Pegawai RSUD.

“Tidak ada pungli, kami transparan mengelola BLUD RSUD,” tegasnya.

RDP ini selain manajemen BLUD RSUD I La Galigo dan Ketua Komisi II, juga hadir Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur HM Siddiq BM, Anggota Komisi II Suwandi, Abdul Munir Razak dan perwakilan Ampar.

(Tom)