LSM Aspirasi berdemo menyampaikan aspirasinya di Kantor DPRD Luwu Timur. Korlap demo Nasrun Naba mengatakan dirinya mewakili masyarakat Desa Pasi-pasi, Kec Malili dan sekitarnya mempersoalkan perihal Lahan HGU milik PT Haji La Tunrung. Senin (21/1/2018).

Menurutnya, lahan HGU yang terletak di Desa Pasi-pasi, Desa Patande dan Desa Wewangriu dimaksud ditelantarkan oleh Perusahaan. Olehnya itu, LSM Aspirasi menilai perusahaan telah melanggar peraturan perundang-undangan dan meminta lahan HGU yang disoal tersebut agar diberikan kepada warga.

“Kami meminta agar pemerintah mengkaji ulang lahan HGU tersebut dan kiranya memberikan lahan dimaksud kepada warga yang dulu telah menjadi korban tanahnya diambil tanpa adanya kompensasi oleh perusahaan,” ujar Nasrun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur HM Siddiq BM mengatakan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi warga. Namun terlebih dahulu DPRD akan menghimpun informasi terkait permasalahan yang ada melalui Rapat Dengar Pendapat dan juga kunjungan ke titik lahan yang dipersoalkan.

“Lokasi lahan dimaksud tidak jelas, lokasinya dimana? Itu Sertifikat HGU atau sertifikat Hak Milik,?” Tanya Siddiq.

DPRD masih membutuhkan informasi yang valid dan lengkap mengenai dugaan penelantaran lahan HGU oleh PT H La Tunrung itu. Lanjutnya apabila perusahaan telah terbukti menelantarkan lahan HGU akan menjadi catatan Bupati dan rekomendasi DPRD kepada pemerintah agar diambil tindakan selanjutnya.

(Tom)