DPRD Luwu Timur menyetujui Ranperda tentang rencana pembangunan industri Kab luwu timur (RPIK) tahun 2017-2037.

Persetujuan tersebut digelar dalam Sidang Paripurna DPRD Luwu Timur dalam rangka mendengarkan laporan hasil kerja panitia khusus (pansus) sekaligus penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler dan Wakil Ketua DPRD Aris Situmorang di Kantor DPRD Luwu Timur, Malili. Rabu (27/12/2017).

Juru bicara pansus II, I Made Sariana yang membahas satu buah ranperda dimaksud menjelaskan komoditi utama daerah unggulan Kab Luwu Timur. Industri pengolahan pangan, industri pengolahan furniture dan barang kerajinan lainnya, dan industri lainnya yaitu industri berbasis pariwisata.

DPRD juga merekomendasikan agar Pemkab menempatkan aparaturnya yang paham dan berkompeten menangani perda ini. “Agar secepatnya diterapkan setelah ditetapkan dan menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan luwu timur” harap Made.

Sementara itu, Ranperda nomor 4 tahun 2016 RPJMD tahun 2016-2021 dan Ranperda tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba belum dapat disetujui.

Ketua pansus I Andi Endy B Shin Go dalam laporan pansusnya mengatakan dua buah ranperda tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan. Ranperda terkait RPJMD masih memerlukan penambahan indikator kinerja utama dan beberapa rekomendasi DPRD Luwu Timur dalam rangka penyesuaian peraturan menteri dalam negeri (permendagri) nomor 86 tahun 2017.

Dikatakannya pula, Ranperda tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu fasilitasi dan pembinaan oleh Gubernur sebelum persetujuan bersama. “Hal ini tertuang dalam permendagri nomor 80 tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah.” Jelas Endy.

(One)