Ranperda Tahap I propemperda tahun 2017 akhirnya disahkan. Melalui rangkaian paripurna dalam rangka pendapat akhir kepala daerah dan persetujuan bersama antara Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD di Kantor DPRD kabupaten luwu timur. Selasa (30/8/2017).

Ranperda yang disahkan menjadi perda antara lain :

1. Ranperda tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah;

2. Ranperda tentang pengendalian, pengawasan, dan penertiban terhadap produksi, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol;

3. Ranperda tentang pencabutan peraturan daerah kabupaten luwu timur nomo 14 tahun 2010 tentang irigasi;

4. Ranperda tentang Hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD (diluar propemperda Tahun 2017)

Dalam pendapat akhirnya, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengatakan dari 4 buah ranperda diatas ada satu buah ranperda yakni ranperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah kabupaten luwu timur nomor 1 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan kesehatan belum disahkan karena masih memerlukan pengkajian dan penjelasan lebih lanjut ditingkat pansus.

“persetujuan bersama ini dilandasi oleh semangat kemitraan dan saling menghormati untuk menghasilkan peraturan daerah yang baik dan berkualitas.” jelas Husler.

Kegiatan paripurna berlanjut dirangkaikan dengan penyerahan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 untuk dibahas bersama ditingkat pembahasan. adapun gambaran singkatnya sebagai berikut :

pendapatan daerah tahun 2016 terealisasi sebesar 1.414.058.832.306,66 atau 98,41%, terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp.1.77.018.897.819,79 atau 98,68%, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp.932.434.270.075,00 atau 98,72% dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp.304.605.664.411,90 atau terealisasi 97,33%.

lanjutnya, belanja daerah terealisasi sebesar Rp.1.374.892.757.226,31 atau 88,49% terdiri atas belanja tidak langsung terealisasi sebesar Rp.545.275.504.158,96 dan belanja langsung sebesar Rp.829.617.253.067,35.

penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp.116,8 Miliar lebih, dan untuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.156 Miliar lebih. (one)