Program Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur perihal Seragam sekolah Gratis untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapat sorotan Komisi I DPRD Luwu Timur.

Melalui Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD Luwu Timur, Wakil Ketua Komisi I DPRD Herdinang, dan Anggota Komisi I Leonar Bongga mempertanyakan keterlambatan pembagian Seragam Sekolah Gratis tersebut. Rabu (19/7/2017).

Menurut data Dinas Pendidikan pada APBD TA 2017, Anggaran Baju Seragam Sekolah Gratis adalah sebesar Rp. 1,8 miliar tersebut diperuntukan untuk SD dan SMP sederajat. Dari anggaran itu artinya ada 11.171 pasang Seragam Sekolah disiapkan oleh Pemkab Luwu Timur.

Kata Herdinang, berdasarkan aspirasi masyarakat pada hari pertama masuk sekolah. Senin 17 Juli 2017 Kemarin para siswa belum memakai baju seragam sekolah gratis dari masing-masing sekolahnya.

Menurutnya, hal tersebut semestinya tidak terjadi. Herdinang mengatakan Dinas Pendidikan harus siap dengan data siswa baru sehingga hari pertama masuk sekolah, para siswa telah memakai seragamnya masing-masing.

“Saya liat mereka (siswa baru, red), memakai baju koko pada hari pertama. Sesuai visi misi Bupati mereka semestinya pakai seragam gratis dari Sekolah.” Cetus Herdinang.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Pendidikan saat RDP mengatakan data siswa baru masuk setelah selesai masa pendaftaran siswa. Setelah itu baru akan ditenderkan Seragam Sekolah Gratis.

“Akhir Juni, kami baru fix jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan ukuran setelah masa pendaftaran berakhir.” Ujarnya. (One).