Rancangan peraturan daerah tentang Pengendalian, Pengawasan dan Penertiban terhadap Produksi, peredaran dan penjualan minuman beralkohol (minol) disosialisasikan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Tak hanya mensosialisasikannya, DPRD juga ingin mendengarkan langsung aspirasi warganya perihal ranperda dimaksud.

Kegiatan sosialisasi dan penyerapan aspirasi masyarakat ini berlangsung dari 8 – 10 Mei 2017 pada seluruh warganya di masing-masing kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam kunjungan kerjanya dalam daerah terkait 5 buah ranperda tahap I tahun 2017 di aula Kecamatan Kalaena. Selasa (9/5/2017).

Koordinator Pansus I DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang mengatakan sosialisasi dan penyerapan aspirasi terkait ranperda perlu dilakukan, untuk menghilangkan gesekan yang timbul akibat penetapannya menjadi perda nantinya.

Sesuai aturan yang ada diatasnya yakni Penggolongan minuman beralkohol sesuai dengan perpres nomor 74 tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Ranperda terkait minuman beralkohol dalam pasalnya juga termasuk mencangkup minuman beralkohol tradisional atau yang lebih dikenal warga Luwu Timur sebagai Balo’. Bahan pembuatan balo’, yakni Nira Kelapa menjadi perbincangan hangat.

Dihadapan peserta sosialisasi ranperda, aris menghimbau agar para kepala desa melakukan inovasi dan pendampingan terhadap petani nira kelapa. Pasalnya bila diarahkan dengan benar, akan menghasilkan produksi gula merah yang tentu saja lebih menjanjikan.

“DPRD mendorong pemerintah Desa (penghasil Nira Kelapa) membuat pendampingan pembuatan gula merah.” saran Aris yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur itu.

Hal tersebut dimaksudkan agar mata pencaharian petani nira kelapa tidak terhenti, aris menyarankan agar petani dan pemdes berinovasi mengarahkan kepada pembuatan gula merah dan minuman non alkohol.

“Sesuai dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, one village one product (satu desa satu produk) yang lagi gencar sekarang ini. Desa bisa unggulkan gula merah.” jelas aris.

Selain ranperda diatas, DPRD juga mensosialisasikan 4 ranperda lainnya yakni Ranperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 1 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan kesehatan, Ranperda tentang pencabutan peraturan daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 14 Tahun 2010 tentang irigasi, Ranperda inisiatif DPRD Tentang Naskah Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur, dan Ranperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.
(One)