Sebanyak lebih dari 30 orang masyarakat adat dongi, Kelurahan Magani Kecamatan Nuha mendatangi gedung DPRD Luwu Timur. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait aliran listrik Kampung Dongi di wilayah Kelurahan Magani itu. Rabu (09/11/2016).

Turut hadir Herdinang selaku pimpinan rapat, Badawi Alwi, Leoar Bongga, Abdul Azis Rajmal, Pieter KP, Asisten Pemerintahan Dohri Ashari, Kabag Pemerintahan Senfri Oktavianus, Sekcam Nuha Indra Wijaya, Lurah Magani Chaeruddin Arfah Mustafa.

Masyarakat dongi mengeluhkan aliran listrik yang terputus sejak dua bulan yang lalu. Ketua Adat di dongi, Irene Mananta berharap masalah ini bisa terselesaikan. “Yang paling utama yakni lampu bisa menyala dan air bisa dipakai secara merata disana.” ungkap irene.

Menanggapi hal tersebut, Herdinang mengatakan Komisi I akan memanggil PT. Vale Indonesia, Tbk dalam Rapat Dengar Pendapat. Dipanggilnya PT. Vale Indonesia, Tbk terkait dengan keberadaan masyarakat dongi yang ternyata masih berada pada wilayah konsesinya. Beberapa anggota dewan lain yang turut hadir dalam rapat, menyarankan DPRD segera mendorong PT. Vale Indonesia, Tbk dalam jangka waktu dekat ini secepatnya mengaliri listrik ke wilayah tersebut.

Menurut informasi dari masyarakat dongi, sebanyak 94 KK yang menetap di wilayah tersebut selama 5 tahun telah teraliri listrik. Namun 2 bulan terakhir aliran listrik dari PT. Vale Indonesia Tbk terputus yang mengakibatkan wilayah dongi gelap gulita.

“Kami (DPRD, Red) prihatin, dan tentunya kami serius akan tindak lanjuti aspirasi ini” ujar herdinang.

(one)