DPRD Luwu Timur Sampaikan Laporan Hasil Reses Perseorangan.

0
121

Paripurna dalam rangka penandatanganan Nota Kesepakatan tentang KUA dan PPAS APBD pokok tahun 2017 dan laporan hasil reses perseorangan digelar siang tadi di Gedung DPRD Luwu Timur, Senin (07/11/2016).

Paripurna ini di hadiri oleh Ketua DPRD Amran Syam sebagai pimpinan rapat, Bupati Muhammad Thorig Husler, Wakil Ketua I H.M. Siddiq BM, Wakil Ketua II Aris Situmorang, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak, seluruh anggota Dewan dan jajaran SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

dapil I, dibacakan oleh juru bicaranya yakni Najamuddin mewakili seluruh anggota DPRD yang melakukan reses perseorangan di lingkup kecamatan malili dan angkona. sebanyak 120 usulan yang berhasil diserap dan dilaporkan saat paripurna. Najamuddin dalam kesempatannya, mendorong pemerintah agar memperhatikan kota malili yang merupakan cermin dan wajah dari ibu kota kabupaten luwu timur. “ini menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan dengan prinsip membangun desa menata kota” ungkap legislator golkar itu.

pada dapil II yang dibacakan oleh juru bicaranya yakni Hendra Adiputra Hatta melaporkan 172 usulan di lingkup kecamatan Nuha, Towuti dan Wasuponda. selain itu, hendra juga mengingatkan pemerintah daerah agar kegiatan fisik yang tertunda dan bermasalah di tahun ini diprioritaskan pada tahun 2017.

Abdul Azis Rajmal, juru bicara dapil III melaporkan 111 usulan masyarakat yang tersebar di Kecamatan Wotu dan Burau. dalam kesempatannya, azis juga mengungkapkan beberapa kegiatan fisik belum maksimal, dirinya menduga adanya konsultan pengawas yang tidak maksimal bekerja. “diminta kepada pemerintah agar selektif dalam memilih konsultan yang ada” ungkap legislator PKB yang telah menjabat 3 periode itu.

Imam Muhajir sebagai juru bicara dapil IV wilayah kecamatan Tomoni, Tomoni timur, Kalaena, dan Mangkutana melaporkan 156 usulan. diantara usulan-usulan tersebut ada salah satu yang menjadi perhatian, yakni usulan pembangunan pasar tomoni. menurutnya, pusat niaga terbesar se kabupaten luwu timur itu kini kelihatan kotor dan semrawut. “kita lihat sehari-harinya tidak tertata dengan baik sehingga kelihatan kotor dan semrawut.”.

(one)