Anggota DPRD Luwu Timur Sukman Sadike prihatin dengan proyek fisik namun tidak ada papan proyeknya.
Sebagai contoh di SDN 112 Lemo desa kalatiri kecamatan Burau.
Kepala Sekolah SDN 112 Lemo, Ibu Hajra mengatakan dirinya mengaku bingung dengan proyek yang ada disekolahnya. Tak ada papan proyek yang biasanya tertera nama kontraktor, plafon anggaran dan volume pekerjaan itu. Papan proyek adalah salah satu bentuk transparansi anggaran kepada masyarakat.
“saya sudah tanya pekerjanya tapi dia tidak tau” ujarnya saat monitoring DPRD.
Menyikapi hal itu, sukman menganjurkan untuk menegurnya langsung. Kalau tidak digubris, laporkan.
“pak desa bisa tegur itu, bisa laporkan ke pak camat atau kadisnya langsung” tegas legislator golkar itu.
Monitoring ini adalah kegiatan DPRD Luwu Timur jelang Pembahasan Ranperda APBD perubahan TA 2016 yang sementara ini berjalan di gedung DPRD. Monitoring kegiatan fisik ini dianggap wajib untuk memastikan bahwa azas manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tak langsung.
(one-hms/setdprd-lt).