Soal Ranperda Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga, Pansus DPRD Lutim Studi Banding Ke Pasuruan

0
142

Kunjungan kerja (kunker) panitia khusus (pansus) II DPRD Luwu Timur ke Kabupaten Pasuruan beberapa hari yang lalu berbuah manis. Pansus II mengunjungi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pasuruan. Diterima langsung oleh Kepala Dinasnya Ir. H. Yoyok Heri Sucipto, M. Si, bertempat di UPT Balai Latihan Kerja (BLK). Kamis lalu (15/09/2016).

Dalam kesempatannya, Ketua Pansus Andi Endy B. Shin Go, ST yang juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda DPRD Lutim itu mengutarakan tujuan kunker yakni mendapatkan masukan-masukan guna pengayaan dan penyempurnaaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja di Kabupaten Luwu Timur. Menanggapi hal tersebut, Yoyok mengatakan bahwa Kabupaten Pasuruan-lah tempat bermula pertama kalinya perda tentang ketenagakerjaan muncul di Indonesia sehingga tepat apabila studi banding di Pasuruan.

Menurut yoyok, Perda no 3 thn 2014 tentang Pelatihan Kerja dan Produktivitas di Kabupaten Pasuruan sangat baik karena dalam proses pembuatannya dibimbing langsung oleh Kementrian Tenaga Kerja dan juga bekerjasama dengan GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit, yg merupakan lembaga kerjasama internasional dari Jerman terkait pembangunan). Perda tersebut merupakan amanah Peraturan perundang-undangan yang di atasnya dalam bidang ketenagakerjaan. “99% muatan perda ini yang terbaik untuk sistem ketenagakerjaan dan tanpa celah.” ujarnya.

Menurut Legislator Partai Persatuan Pembangunan itu, tenaga kerja dan calon tenaga kerja sangat perlu disiapkan dalam hal keterampilan dan daya saingnya menghadapi MEA 2016. “Hal itu sudah tertuang dalam RPJMD Luwu Timur 2016-2021 yg juga merupakan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan Visi Luwu Timur Terkemuka 2021” lanjut Endy.

Pelatihan tenaga kerja dalam rangka pengembangan sumber daya manusia ini menurutnya harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja dengan berbasis kompetensi. Tidak hanya itu, kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan berbagai pihak harus dibina agar program ini berkesinambungan.

“Di Lutim ada perusahaan-perusahaan baik skala nasional maupun internasional yg dpt menjadi mitra misalnya PTPN, PT. MARS, BMS, PT.Trakindo Utama, United Tractor, dan juga PT. Vale Indonesia, Tbk dimana industri tambang nikel terbesar di Indonesia ini sebelumnya sudah pernah bekerjasama dengan Pemkab. Lutim melalui Program Pelatihan Industri dan pelatihan lainnya di Akademi Teknik Soroako” paparnya. (one-hms/setdprd-lt)