Siddiq: PLN Terkesan Bodohi Warga Luwu Timur

0
251

Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Muhammad Siddiq BM menyayangkan sikap PT PLN yang terkesan membodohi masyarakat Luwu Timur terkait kondisi listrik di daerah itu. Pasalnya, kondisi listrik yang kerap mengalami pemadaman hampir setiap harinya oleh PT PLN, tidak kunjung mengalami perbaikan.

“PLN hanya mau enaknya saja, apa investasi PT PLN di Luwu Timur yang bisa membuat kondisi listrik bisa lebih baik, justru hanya untung yang mereka inginkan dari perolehan listrik yang mereka dapat dari PT Vale Indonesia,” ungkap Siddiq.

Dia menguraikan, ada kesan PT PLN sengaja menciptakan kondisi pemerintah berhadapan dengan PT Vale Indonesia untuk meminta bantuan tambahan daya.

“Pemerintah Luwu Timur dibuat berhadapan dengan PT Vale Indonesia untuk mendesak bantuan tambahan daya dari Pt Vale, padahal yang mendapatkan keuntungan dari tambahan daya itu adalah PLN. Saya melihat ada kesan kesengajaan kondisi listrik ini diciptakan tidak stabil,” ungkap Siddiq.

Menurutnya, kesan ini terlihat setelah beberapa kali dipanggil oleh DPRD Luwu Timur untuk dimintai solusi atas kondisi listrik yang kerap mengalami pemadaman, PLN selalu justru mendesak Pemerintah dan DPRD Luwu Timur untuk meminta daya tambahan dari PT Vale Indonesia.

“Kenapa justru tidak ada solusi dari PLN sendiri, seperti mengadakan genset darurat, atau lainnya yang bisa mengantisipasi pemadaman listrik di daerah ini,” tegasnya.

Siddiq pun menyebut Luwu Timur sebagai salah satu daerah penyumbang listrik ke PLN, hanya bisa meratapi nasib mengalami pemadaman listrik hampir setiap hari. Hampir tiap kali pemadaman listrik terjadi, alasan mereka adalah terjadi kerusakan di jaringan PLN.

“Pertanyaan saya, apakah kerusakan jaringan ini terjadi setiap hari? Lantas apa investasi PLN di daerah ini, sumber listrik mereka peroleh dari PT Vale dan PLTM Salunoa dengan total sebesar 10 MW, seharusnya jika terjadi devisit daya, sisanya itu harus diupayakan oleh PT PLN, jangan lagi melimpahkannya ke pemerintah,” ujar Siddiq.

Sebelumnya, Manager PT PLN Cabang Palopo, Paultje Mangundap menilai kondisi listrik saat ini di Luwu Timur masih mengalami devisit daya sebesar 3 Mega Watt (MW) dari total kebutuhan listrik disaat beban puncak sebesar 13 MW. “Kami sudah berulang kali menyampaikan solusi kelistrikan ini ke pemerintah, namun tampaknya hingga kini tidak pernah ditindak lanjuti,” tegasnya.

Solusi yang ditawarkan PLN yakni meminta pemerintah melakukan lobi ke PT Vale Indonesia untuk menyumbangkan lagi listrik sebesar 3 MW untuk menutupi devisit daya yang terjadi saat ini.

“Ini solusi untuk sementara waktu saja, tidak perlu sepanjang hari sumbangan listrik dari PT Vale Indonesia, cukup pada saat malam hari atau beban puncak saja, dan hingga pembangunan GI di Malili dan Wotu selesai terlaksana,” beber Paultje.

Solusi lainnya, yakni dengan mempercepat realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Ussu, Kecamatan Malili, oleh PT Bukaka Group yang terkendala pada pemasangan pipa yang belum mendapat izin dari pemerintah.

“Pembangunan PLTA Ussu ini sudah mencapai 70 persen, jika pembangunannya tuntas, bisa menyumbangkan listrik sebesar 2 MW, dan ini juga merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lutim,” ungkap Pautje.

Dia mengatakan, jika solusi yang ditawarkan ini tidak dijalankan, maka dia memprediksi kondisi listrik baru normal paling lambat 2017 mendatang. “Baru normal jika GI di Wotu dan Malili dapat difungsikan, dan hal itu baru terwujud paling lambat tahun 2017 mendatang, dengan estimasi pembangunan GI Wotu dikerjakan sekitar dua tahun lamannya,” kata Paultje.

Grafis:

Total Kebutuhan Daya di Lutim (Beban Puncak) = 13 MW
Sumbangan Listrik dari PT Vale Indonesia = 8 MW
Sumbangan Listrik dari PLTM Salunoa = 2 MW
Total devisit saat ini = 3 MW